Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kota Sibolga Dipukul Oleh Keluarga Pasien

BinaTV, Sibolga – Petugas pemulasaran jenazah Covid-19 berinisial NI (31) di kota Sibolga dipukul oleh keluarga pasien NI mengalami luka memar dibagian wajah karena dipukuli orang yang diduga keluarga jenazah yang terkonfirmasi Covid-19, pada Jumat (6/8/2021) malam sekitar jam 23.00 Wib di RS. FL. Tobing Kota Sibolga. NI Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19.

Koban pemukulan saat didampingi Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sibolga, Sahat Hutajulu melapor ke Polres Sibolga Sabtu (7/8/2021) mengatakan malam itu dirinya diberitahukan ada pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia dan harus dilakukanpemulasaran jenazah. “Setelah diberitahukan ada pasien yang meninggal, lalu kami memakai APD lengkap menjemput jenazah dari ruang raflesia menuju kamar jenazah untuk dilakukan pemulasaran,” katanya Lebih lanjut dijelaskan NI, setelah selesai pemulasaran, keluarga pasien tidak setuju jika jenazah di bungkus dengan plastik sesuai SOP perihal penangan jenazah Covid-19.

Walau sudah diberikan penjelasan oleh pihak rumah sakit “Sempat berdebat kami bang, karena pihak keluarga tidak terima jenazah dibungkus pakai plastik. Tapi akhirnya kami pun membuka plastik nya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan baru di angkat ke ambulance bang,” ucapnya selesai melaksanakan tugas, NI lalu melepas pakaian APD dan keluar dari kamar jenazah.

Namun saat keluar dari kamar jenazah NI mendengar ada yang meneriakkan “cair” dan saya sahut dengan mengucapkan “alhamdulilah”.

“Setelah saya ucapkan “alhamdulilah” itu saya langsung di keroyok dari belakang bang, 4 atau 5 orang lah mereka bang, saya tidak tau pasti jumlah nya,” sebutnya Lebih lanjut NI mengaku telah memaafkan orang yang melakukan pengeroyokan, tapi untuk menghindari kejadian serupa terjadi lagi dirinya melaporkan pelaku pengeroyokan dan meminta pihak kepolisian agar dapat menangkap pelaku pengeroyokan.

Mendengar kejadian yang menimpa anggotanya, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sibolga, Sahat Hutajulu saat dikonfirmasi media mengatakan akan mengawal dan siap memberikan bantuan hukum jika diperlukan. Sahat juga menyayangkan tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh pihak keluarga, dimana hal tersebut dapat menyebabkan trauma bagi para petugas medis dalam melaksanakan tugasnya. “Kita merasa sangat kecewa atas kejadian ini, kan kita sudah susah payah melakukan tindakan pemulasaran jenazah. Namun kok dilakukan pemukulan,” terangnya Sahat lebih lanjut menjelaskan agar masyarakat jangan berfikiranyang aneh-aneh terkait petugas medis yang melakukan pemulasaran jenazah. “Petugas medis tidak ada mendapatkan sesuatu berupa insentif karena melakukan pemulasaran jenazah,” tegasnya.

Sahat berharap kepada pihak yang berwenang untuk dapat menangkap pelaku pengeroyokan “Kami berharap kepada pihak kepolisian agar dapat segeramenangkap pelaku pengeroyokan untuk memberikan efek jera dan semoga tindakan seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ungkapnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *