Sumatra utara

Bukan sekedar penanda saja,Wapres Ma’ruf Amin Minta dirikan Monumen Hidup

×

Bukan sekedar penanda saja,Wapres Ma’ruf Amin Minta dirikan Monumen Hidup

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah,Bina TV, – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta agar didirikan monumen yang memberikan aspirasi serta pusat pendidikan di Barus, Tapanuli Tengah, karena dinilai dilokasi itu merupakan titik nol peradaban Islam nusantara.

Hal itu disampaikan Wapres usai melakukan penanaman pohon Kamper (Kapur Barus) di pelataran Masjid Raya Barus, Rabu (15/2/2023).

“Saya minta di tempat ini dibuat monumen, bukan hanya monumen mati, tetapi monumen yang memberikan inspirasi. Buatlah tempat-tempat pendidikan dan pelatihan disini, tempat pengajian, bahkan juga perguruan tinggi, kampus studi tentang Islam, karena di sinilah dimulai titik nol peradaban Islam Nusantara,” ujar Wapres.

Menurut Wapres, kota Tua Barus menjadi daerah bersejarah masuknya islam pertama di Indonesia pada abad ke- 7 sekitar tahun 664 Masehi. Artinya, itu masih di zaman sahabat dari Al-khulafaur Rasyidun Ra, di antara Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Dan boleh jadi juga pada masa Utsman khalifah sudah masuk ke sini (Barus).

“Itu luar biasa, karena memang kalau menurut sejarah, jalur Selat Malaka belum ditemukan. Jadi dari Timur Tengah itu, dari Eropa, Afrika itu, jalurnya ke sini ke selatan, terus nanti masuk juga ke Jawa,” terang wapres.

Dulunya,pelabuhan besar itu masuk Selat Sunda, yaitu Batavia. Singapura belum jadi Hup karena memang dianggap belum jadi jalur ke sini (Barus). Nah, setelah ditemukan jalur Selat Malaka, Singapura pun jadi Hup, kata Wapres menerangkan.

“Oleh karena itulah saya yakin banyak sekali ulama-ulama masuk ke Barus ini. Dan dari sini menyebar ke mana-mana, seperti ke Sumbar, Aceh, dan kemana-mana. Jadi empat titik nol terjadinya peradaban itu memang dari Barus ini. Untuk itulah sangat tepat didirikan monumen penting di tempat ini, karena tempat ini punya warna sendiri, yaitu tempat penyebaran agama islam,” jelasnya.

Wapres Ma’ruf Amin menyebutkan bahwa monumen yang dimaksud bukan monumen mati ataupun sekedar penanda saja,melainkan monumen hidup yang memiliki nilai yang lebih serta memberikan inspriasi.

“Bisa saja monumen itu tempat pendidikan atau universitas. Saya dengar bahwa Bapak Akbar Tandjung sudah mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam di Barus ini. Itu sangat baik karena akan memberikan inspirasi kepada generasi berikutnya serta pengembangan daerah ini,” pungkas Wapres.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *