Sibolga

Kabel Internet Semrawut di Jalan Sisingamangaraja Sibolga, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

32
×

Kabel Internet Semrawut di Jalan Sisingamangaraja Sibolga, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini

Sibolga, Bina TV –  Kondisi semrawut kabel jaringan internet fiber optik (FO) di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga, semakin memprihatinkan. Kabel-kabel yang bergelantungan, berserakan, bahkan menjuntai hingga ke badan jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang melintas.

Berdasarkan pantauan di sejumlah titik, kabel-kabel jaringan FO terlihat menumpuk di tiang telekomunikasi maupun tiang listrik, bahkan melintang hingga ke badan jalan di area lintasan pusat aktivitas masyarakat.

Seorang warga bernama Sadaria Manalu, yang tinggal di Jalan Sisingamangaraja, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut.

“Lihatlah kabel-kabel itu. Selain mengganggu akses masuk ke rumah, kabelnya juga sampai menyentuh atap stan jualan saya. Ini sangat mengganggu dan membahayakan,” ujarnya dengan nada kesal.

Kondisi lebih mengkhawatirkan tampak di akses menuju Pasar Nauli Sibolga. Sejumlah kabel menggantung rendah di jalur yang setiap hari dilalui masyarakat dan kendaraan bermotor.

Pian, warga lain yang melintas di lokasi, juga mengaku cemas.

“Ini bukan lagi sekadar soal pemandangan yang tidak enak dilihat. Kalau kabel itu sampai jatuh dan tersangkut saat melintas, siapa yang bertanggung jawab? Jangan tunggu ada korban baru dilakukan penertiban,” tegasnya.

Menurutnya, pemasangan jaringan telekomunikasi menggunakan kabel serat optik seharusnya memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban, dan estetika lingkungan.

“Kalau kabel itu masih digunakan, silakan ditata dengan baik. Kalau sudah tidak dipakai, seharusnya segera dilepas. Jangan dibiarkan bergelantungan seperti ini,” tambahnya.

Ancaman yang patut diwaspadai adalah kawat sling baja yang membentang di dalam kabel fiber optik. Kawat ini berfungsi sebagai penguat tarikan kabel, namun ketika kabel melorot atau putus, kawat sling tersebut dapat berubah menjadi “benang gergaji” yang sangat berbahaya.

Jika mengenai pengendara sepeda motor, kawat sling ini berpotensi melukai leher, wajah, atau anggota tubuh lainnya dengan dampak serius, mulai dari luka iris dalam hingga kasus yang lebih fatal seperti terpentalnya pengendara dari kendaraan akibat tersangkut di kecepatan tinggi.

Bahkan, dalam sejumlah insiden di daerah lain, kawat sling FO yang menjuntai dilaporkan menyebabkan kecelakaan tunggal hingga korban mengalami cedera berat.

Persoalan ini dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Sibolga melalui instansi terkait. Penataan utilitas di ruang publik dianggap sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur lainnya.

Selain pemerintah, para operator atau pemilik jaringan telekomunikasi juga diminta bertanggung jawab terhadap kabel-kabel yang telah dipasang. Penataan tidak seharusnya menunggu keluhan masyarakat atau bahkan setelah terjadi kecelakaan.

“Ruang jalan adalah fasilitas umum. Jangan sampai kepentingan bisnis mengabaikan keselamatan warga. Pemerintah harus tegas memanggil para operator dan meminta seluruh kabel yang semrawut segera ditata,” pinta Pian.

 

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas PUPR Kota Sibolga hingga saat ini belum dapat memberikan keterangan.

Sementara itu, Kementerian PUPR dan Dinas PUPR di daerah telah menekankan pentingnya pengaturan pemasangan kabel jaringan (utilitas) melalui pedoman pemanfaatan bagian-bagian jalan dan penataan ruang. Kebijakan ini berfokus pada upaya menjaga keselamatan pengguna jalan, kerapian kota, serta mendorong sistem jaringan terpadu bawah tanah (ducting).

Kondisi kabel yang tidak tertata ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi. Pembiaran berkepanjangan dikhawatirkan dapat berakibat fatal, mengingat kabel fiber optik mengandung kawat sling baja yang cukup kuat.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Sibolga segera melakukan penertiban dan penataan secara serius, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *