Jakarta

Harga BBM Masih Stabil, Konsumen Kembali Tarik NapAS

302
×

Harga BBM Masih Stabil, Konsumen Kembali Tarik NapAS

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, BinaTV — Masyarakat Indonesia mendapatkan sedikit kelegaan setelah data terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun non-subsidi di wilayah nasional masih menunjukkan kestabilan harga hingga akhir Oktober 2025.

Rincian Harga Terbaru & Kondisi Stabil

Menurut laporan, untuk produk BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap dipatok pada harga Rp 10.000 per liter.  Sementara produk non-subsidi mengalami sedikit penyesuaian atau tetap pada level sebelumnya. Contohnya:

  • Produk Pertamax di wilayah Jawa-Bali dan DKI Jakarta tercatat masih sekitar Rp 12.200 per liter.
  • Sementara produk lainnya seperti Pertamax Turbo atau Dexlite juga hanya mengalami sedikit perubahan atau stabil

Faktor Penyebab Kelangsungan Stabilitas

Beberapa faktor yang mendorong kondisi stabil ini antara lain:

  • Kebijakan pemerintah dan operator BBM, yakni PT Pertamina (Persero), yang telah menetapkan harga baru per 1 Oktober 2025 dengan mempertimbangkan kondisi minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan beban fiskal subsidi.
  • Komitmen agar BBM bersubsidi seperti Pertalite dan biosolar tidak mengalami kenaikan untuk menjaga daya beli masyarakat.
  • Pasar yang belum menunjukkan lonjakan mendadak pada harga minyak global atau gangguan distribusi domestik yang signifikan.

Dampak bagi Konsumen dan Ekonomi Domestik

  • Konsumen kendaraan bermotor dan usaha kecil dapat sedikit bernapas lega karena biaya operasional bahan bakar belum melonjak drastis.
  • Stabilitas BBM membantu menghindari tekanan inflasi langsung dari sisi transportasi dan distribusi barang.
  • Namun, pihak ekonomi mendorong agar pemerintah tetap waspada terhadap potensi tekanan biaya produksi (termasuk bahan bakar) di masa mendatang.

Catatan & Hati-Hati yang Perlu Diperhatikan

  • “Stabil” bukan berarti harga tidak akan berubah—perusahaan BBM dan regulator tetap melakukan evaluasi berkala tiap bulan atau setiap saat ketika kondisi pasar berubah.
  • Meskipun harga subsidi stabil, produk non-subsidi tetap rentan terhadap fluktuasi internasional.
  • Bagi wilayah Kalimantan Selatan atau daerah luar Jawa lainnya, masih ada informasi bahwa harga sedikit berbeda (lebih tinggi) untuk produk non-subsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *