BinaTV – Ekonomi & Pasar Modal | Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025, diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas, di tengah tekanan eksternal dan aksi ambil untung investor asing. Meskipun begitu, sejumlah saham unggulan masih berpotensi memberikan peluang trading jangka pendek.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada pembukaan pagi ini bergerak di kisaran 8.030 – 8.070, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 0,19% ke level 8.051,17 poin.
Analis menyebutkan bahwa tekanan jual masih terasa akibat sentimen global berupa penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS (US Treasury yield), yang membuat sebagian investor memilih bersikap hati-hati.
Selain faktor global, pelaku pasar juga mencermati rilis data inflasi domestik dan perkembangan arus dana asing, yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pola net sell di pasar reguler.
Prediksi Pergerakan IHSG
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak di rentang support 7.913 – 7.800 dan resistance 8.087 – 8.169.
“Secara teknikal, IHSG masih dalam fase koreksi sehat. Selama belum menembus support kuat di 7.900, peluang rebound jangka pendek masih terbuka,” jelas Herditya dalam riset pagi yang diterima BinaTV.
Sementara itu, beberapa pelaku pasar menilai indeks bisa menguat terbatas jika ada dorongan dari sektor keuangan dan komoditas, terutama saham-saham batu bara dan consumer goods.
Faktor Pendorong & Penekan IHSG
Faktor positif:
- Harga komoditas energi seperti batu bara dan minyak yang stabil.
- Rilis kinerja emiten kuartal III yang mulai menunjukkan perbaikan.
- Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi domestik di atas 5%.
Faktor negatif:
- Tekanan dari pasar global akibat penguatan dolar AS.
- Aksi ambil untung (profit taking) oleh investor jangka pendek.
- Arus dana asing yang masih menunjukkan net sell.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Berikut daftar saham pilihan yang direkomendasikan analis untuk perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025, dengan potensi penguatan teknikal jangka pendek:
| Kode Saham | Sektor | Rekomendasi | Target Harga | Support |
|---|---|---|---|---|
| ADRO | Energi | Speculative Buy | Rp 1.750 | Rp 1.625 |
| CMRY | Consumer Goods | Buy on Weakness | Rp 5.150 | Rp 4.800 |
| MAPA | Ritel | Buy | Rp 580 | Rp 540 |
| PTRO | Infrastruktur | Buy on Weakness | Rp 6.400 | Rp 6.000 |
| TLKM | Telekomunikasi | Accumulate | Rp 4.200 | Rp 4.020 |
| AMRT | Consumer | Hold / Buy | Rp 3.400 | Rp 3.200 |
Analis menilai saham-saham tersebut memiliki momentum rebound teknikal serta ditopang oleh fundamental yang relatif kuat, terutama pada sektor konsumsi dan energi.
Pandangan Analis
Analis PT Samuel Sekuritas, Rivan Kurniawan, menilai IHSG masih berpotensi menguat terbatas jika sektor perbankan dan batu bara kembali mencatatkan aliran dana masuk.
“Saham-saham seperti BBRI, ADRO, dan AMRT bisa menjadi pilihan menarik karena fundamentalnya masih solid dan sensitif terhadap pemulihan konsumsi,” ujarnya.
Namun Rivan mengingatkan agar investor tetap memperhatikan risk management dan tidak agresif menambah posisi di tengah volatilitas global.
Sentimen Eksternal yang Perlu Diwaspadai
- Kebijakan suku bunga The Fed — Investor menunggu arah kebijakan baru terkait inflasi AS.
- Harga minyak dunia — Lonjakan harga bisa berdampak pada beban impor dan inflasi domestik.
- Ketegangan geopolitik Timur Tengah — Masih menjadi faktor ketidakpastian global.












